Skip to main content

Bagaimana Mencapai BB Ideal ? (Bagian I)

Apapun yang kita impikan, bisa terwujud dengan mudah, asalkan yakin dan tekun melakukan tahapannya. Kuncinya pada isi pikiran kita. Kalau kita meyakini suatu hal, lalu berupaya dengan serius menggapainya, tidak ada yang sia-sia. Pikiran kita mengandung kekuatan yang tidak terkira dasyatnya. Hanya dengan berpikir dengan tepat, kita bisa menggapai semua cita-cita. Apapun itu, mau menjadi cerdas; kaya; menarik; sehat; berat badan ideal; atau menjadi apa saja. Tidak terbatas, selama kita tidak membatasi pikiran itu sendiri.

Itulah kesimpulan yang saya dapatkan, setelah bertahun-tahun membaca dan mempraktikkan apa yang ditulis dalam buku "Kekuatan Pikiran". Buku yang ditulis Cristian H. Godefroy itu, telah mengubah kehidupan saya secara menyeluruh. Saya akhirnya bisa lebih rajin, berhenti merokok, berhenti makan berlebihan (berat badan lebih ideal), dan berhenti dari kebiasaan buruk lainnya.

Saya telah merenung cukup lama, hingga akhirnya berpikir untuk membagikan informasi atau ilmu yang baik ini kepada orang lain. Apalagi, banyak teman-teman pembaca blog ini atau pembaca tulisan saya di Facebook, bertanya tentang tips atau cara menurunkan berat badan. Itulah sebabnya, tulisan kali ini saya fokuskan bercerita tentang bagaimana saya berhasil menurunkan berat badan, sehingga terasa atau terlihat lebih ideal dari sebelumnya.

Berat Badan Saya Dari Waktu ke Waktu

Saya tidak ingat jelas, kapan mulainya peduli tentang berat badan. Perkiraan saya semenjak awal masa kuliah. Saat berpapasan dengan teman sewaktu SD atau SMP atau SMA, seringkali mereka berkomentar, "Wah, badan sudah gemuk".

Saya cuek saja dan tidak memikirkan apa yang dikomentari teman-teman waktu itu. Makin ke sini, saya semakin banyak membaca informasi terkait berat badan. Saya pun mulai khawatir dengan berat badan yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Saya perhatikan di cermin, dada membesar layaknya perempuan, pinggang dan perut juga membesar. Banyak teman-teman berkomentar negatif atau mengejek. Saya sangat frustasi dengan kenyataan tersebut. Perhatikan foto berikut yang diambil pada tahun 2014 sebagai buktinya.
 
Bentuk fisik saat gemuk
Berbekal informasi yang saya baca / dengar / saksikan, akhirnya memutuskan untuk ubah pola hidup. Saya memulainya dari pikiran. Saya ubah mindset tentang berat badan. Saya ubah keyakinan yang salah tentang makanan atau minuman dan olahraga.

Pola hidup yang baru itu saya lakukan dengan susah payah pada awalnya. Rasanya ingin segera berhenti, lalu kembali lagi ke pola hidup sebelumnya. Tapi, rasa lelah itu terus saya lawan. Saya terus berjuang untuk mencapai target yang diinginkan. Lama-kelamaan, pola hidup baru itu tidak terasa berat lagi. Makin lama, saya merasa terbiasa. Aneh rasanya bila saya tidak melakukan kebiasaan baru tersebut.

Saya semakin bersemangat saat melihat hasil yang mulai tampak secara perlahan. Hingga pada hari ke-100, hasilnya semakin nyata. Berat badan turun drastis, bentuk tubuh terlihat lebih baik; dan saya merasa lebih fit. Saya pun menuliskan pengalaman itu di blog Kompasiana. Silakan klik link ini, dan sebaiknya Anda baca. Di sana saya menuliskan, bagaimana rasanya saat gemuk dan saat berat badan kembali ideal. Perhatikan foto berikut (awal tahun 2015) sebagai hasil setelah 100 hari menerapkan pola hidup baru.
Foto setelah 100 hari menerapkan gaya hidup baru
Pertengahan tahun 2016, saya tergoda kembali pada pola hidup yang lama; pola hidup saat saya gemuk dulu. Saat itu saya juga berpikir, sejauh mana pengaruh bila pola hidup kembali diubah seperti semula ? Apakah tetap mendapatkan BB ideal atau kembali gemuk ? Jadi, ini semacam penelitian sederhana.

Hingga akhir tahun 2016 (Bulan Desember), saya semakin menyadari kalau tubuh kembali gemuk. Berat badan naik hingga 10 Kg, dan bentuk badan (dada dan perut) kembali berubah menjadi lebih besar.

Awal tahun 2017, saya kembali lagi menerapkan pola hidup baru lagi. Saya menetapkan tujuan atau target berat badan yang ingin saya capai. Mengenai hal ini, saya pernah menulisnya di blog dengan judul “Pelantang Suara”. Silakan klik pada judulnya, dan sebaiknya Anda harus baca juga ! Puji Tuhan, saat saya membuat tulisan ini, saya telah mendapatkan kembali BB ideal sesuai target yang pernah saya tuliskan dalam blog tersebut.
 
BB ideal saya adalah 70  Kg
Saya pun bersimpulan, berat badan kita sangat bergantung dengan pola hidup yang dijalani. Bila ingin gemuk atau kurus, ubah saja pada pola hidup. Seperti apa “Pola Hidup Baru” yang saya maksudkan itu ??? Sabar. Langkah awal kita adalah ubah mindset dahulu. Hal teknis sangat mudah diajarkan. Namun, semua itu akan sia-sia bila diterima dengan mindset yang salah.

 Mengatur Pikiran (Mindset) untuk Mencapai Berat Badan Ideal

Pada bagian awal tulisan ini, saya telah menetapkan: Apa yang kita yakini dalam pikiran, itulah yang akan terjadi. Jadi, hukum itu juga berlaku untuk menurunkan berat badan. Percayalah, kamu atau siapapun bisa mendapatkan hasil yang diinginkan. Asalkan mau mengubah cara berpikir terlebih dahulu.

Kita semua bisa mengubah mindset dengan mudah. Asalkan ada kemauan saja, semuanya bisa dipelajari. Ada dua teknik dasar yang bisa digunakan untuk mengubah mindset, yaitu dengan self-hypnotic atau hipnotis diri sendiri dan visualisasi.

1.     Hipnosis Diri untuk Mendapatkan Berat Badan Ideal

Tidak usah memikirkan hal yang terlalu rumit tentang hipnosis diri. Tidak usah takut juga bila Anda pernah mendengar mitos negatif tentang hipnotis. Santai saja, teknik ini tidak berbahaya serta tidak membutuhkan seorang ahli hipnotis. Sudah tentu tidak membutuhkan biaya sama sekali. Tapi, hasilnya nanti membuat Anda tercengang. Ikuti saja petunjuknya.

Singkatnya, hipnosis diri itu merupakan kegiatan berbicara kalimat positif (dalam hal ini berkaitan dengan berat badan ideal) kepada diri sendiri (bicara dalam benak), saat kita dalam kondisi rileks. Supaya lebih jelas, berikut langkah-langkah yang bisa Anda ikuti:

Pertama, lakukan rileksasi terlebih dahulu. Banyak sekali teknik rileksasi, kali ini saya akan menjelaskan teknik yang paling sederhana, yaitu dengan melakukan napas dalam.

Silakan masuk ke kamar yang tenang, lalu baringlah di kasur dengan perasaan rileks. Ambil posisi yang paling nyaman menurut Anda. Lupakan semua urusan pekerjaan atau urusan keluarga, fokuslah pada diri sendiri. Rasakan tubuh Anda begitu nyaman, dan semakin lama semakin rileks.

Ambilah nafas secara penuh lewat hidung, tahan sebentar dalam 3 hitungan, lalu hembuskan secara perlahan lewat mulut. Ulangi lagi 3 kali atau lebih, hingga terasa lebih rileks dan semakin nyaman. Bisa dilakukan dengan mata terbuka atau terpejam, sesuai kenyamanan masing-masing.

Bila sudah merasa lebih rileks, buka kelopak mata dan fokuskan padanya. Katakanlah dalam hati kalimat berikut ini:

Kelopak mata saya terasa semakin berat...
Seperti ada magnet yang menariknya ke bawah...
Semakin lama, semakin berat...
Dalam hitungan kelima, kelopak mata saya akan sangat berat hingga mengatup dengan sendirinya...
Satu.., dua..., semakin terasa berat dan hampir terpejam..., tiga.., empat...,lima...
Mata Anda sudah tertutup saat ini, kelompak mata atas dan bawah menyatu dengan kuat. Seperti sudah diberi lem, susah dibuka kembali...
Anda mungkin ingin coba membukanya, tapi semakin Anda memcoba, semakin kuat ikatan kelompak mata tersebut.
Rasakan seluruh tubuh Anda semakin rileks, semakin nyaman dan semakin nyaman.

Bila Anda merasa sangat rileks (kondisi seperti tidur, tapi terus mendengar apa yang dibicarakan dalam hati), itu yang dinamakan kondisi hipnotik. Menurut parah ahli hipnotis, kondisi itu sangat cocok bila kita melakukan komunikasi atau mengubah mindset pada alam bawah sadar kita.

Ibaratnya sebuah komputer, saat itulah kita bisa menghapus suatu program yang tidak berguna, lalu menggantinya dengan program baru yang kita inginkan. Inilah saatnya kita menginstall program yang baru, sehingga terbentuklah mindset yang baru. Instalannya sangat sederhana, hanya dengan berbicara dalam hati dengan kalimat positif terkait berat badan ideal. Berikut contoh sugesti positif yang bisa kita gunakan. Anda bisa menghafalnya atau merekam di HP, lalu dengarkan saat Anda dalam kondisi rileks (hipnotik).

Semakin hari, saya (Anda) semakin mudah mendapatkan berat badan ideal...
Saya hanya akan makan makanan yang memungkinkan untuk dapatkan berat badan ideal. Saya mudah melakukannya dengan perasaan gembira. Saya semakin rutin melakukan aktivitas yang medukung capaian berat badan ideal. Saya bahagia dengan pola hidup baru yang saya lakukan. Saya merasa semakin sehat, semakin bertenaga, dan semakin bersemangat. Kualitas hidup saya semakin membaik. Iya, saya dapat mencapai berat badan ideal dengan mudah.

Anda bisa mengembangkan kalimat di atas. Intinya, sampaikan pernyataan se-positif mungkin terkait berat badan ideal. Ucapkan dengan penuh keyakinan. Yakini saja apa yang diucapkan itu sudah menjadi kenyataan. Percaya saja, saya telah membuktikannya.

2.     Visualisasi untuk Mendapatkan Berat Badan Ideal

Setelah hipnosis diri, lanjutkan dengan teknik visualisasi. Sederhananya, visualisasi itu kita hanya membayangkan dalam pikiran kita. Seperti kita menghayal, tapi dilakukan dengan serius dan keyakinan penuh.

Visualisasikan atau bayangkan Anda telah mendapatkan berat badan ideal. Misalnya Anda mendambakan badan seperti Cristiano Ronaldo. Tidak masalah, bayangkan saja. Tidak ada batasan dalam menggunakan kekuatan pikiran. Bayangkan Anda sedang berada di tepi pantai dengan telanjang dada, tubuh Anda ramping dan terlihat tonjolan otot dada dan perut (six pack). Semua orang memperhatikan Anda, khususnya lawan jenis. Mereka memandang Anda dengan kagum. Anda merasakan semakin sehat dan bahagia.

Bayangkan seperti itu, atau Anda bisa mengembangkan sesuai daya imajinasi masing-masing. Intinya, Anda membayangkannya dengan penuh rasa yakin dan bahagia. Itu saja kuncinya.

Setelah selesai, fokus lagi pada pernapasan Anda. Rasakan masuk-keluar udara pernapasan. Secara perlahan, gerakan kaki dan tangan Anda. Lalu, fokuskan pada mata. Mata Anda terbuka secara perlahan. Saat mata Anda terbuka, rasanya sangat segar dan menyenangkan. Anda semakin optimis mencapai apa yang diimpikan.

Dosis Latihan

Teknik hipnosis diri atau visualisasi di atas, tidak memiliki dosis yang pasti. Lakukan sebaik dan sesering mungkin. Meski tidak memiliki dosis yang pasti, saya menganjurkan Anda melakukannya minimal 2 kali sehari, saat malam menjelang tidur dan pagi hari saat bangun tidur.

Lakukan secara rutin, setiap hari. Tidak ada batasan yang jelas, sampai kapan hal itu dilakukan. Lakukan saja setiap hari, sepanjang kita hidup, bila memang kita menginginkan berat badan yang ideal.

Mungkin Anda bertanya, apakah hanya dengan teknik yang tampak tidak masuk akan itu, lantas berat badan kita bisa ideal ?

Percaya saja teknik itu ampuh untuk mendapatkan berat badan ideal. Memang ada aktivitas lainnya sebagai pendamping agar impian itu segera terwujud. Aktivitas itu akan saya jelaskan pada tulisan selanjutnya. Praktikan dulu metode pertama ini. Sebab, bila metode pertama ini tidak dilakukan dengan baik, makan metode selanjutnya akan sia-sia.


Sampai ketemu pada ulasan selanjutnya. Tulisan selanjutnya, saya fokuskan pada pada yang sebutkan sebagai "gaya hidup baru". Saya tidak bisa menjanjikan kapan, doakan saja agar segera bisa ditulis. Sambil Anda praktikan apa yang saya sarankan di atas, ya !?

Comments

Popular posts from this blog

KISAH RINGKAS DARI STASE MANAJEMEN KEPERAWATAN

Kurang lebih sebulan, kami –mahasiswa/i Program Pendidikan Profesi Ners (P3N) FKp UA- melewati praktik manajemen keperawatan di Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA). Banyak sekali pegalaman yang didapat. Jika diceritakan semuanya, saya yakin sangat menarik. Namun, saking asyiknya saya menjalani praktik, sampai-sampai tidak sempat menceritakan hari demi hari.
Saya berusaha merangkum secara singkat, hal-hal penting yang sudah saya dan teman-teman lakukan bersama. Tujuannya sederhana, biar terekam dalam tulisan kalau kami pernah bekerja dan belajar bersama; kami pernah mencetak sejarah bersama; kami pernah membuat cerita atau kisah bersama. Mengenai manfaat atau tidak, bergantung kebutuhan masing-masing pembaca. Syukur-syukur kalau cerita singkat ini bermanfaat. Kalaupun tidak, ya..., kami tetap berharap bermanfaat bagi pihak lain, pada waktu yang lain.
Persiapan Awal
Hari-hari awal praktik kami lakukan kegiatan pengkajian. Kami menggali kondisi yang berkaitan dengan manajemen kepera…

Sukses Beternak Babi

"Saya mampu membiayai anak hingga meraih gelar sarjana, hanya dengan beternak babi" itulah jawaban singkat nan lantang dari Ibu Agustentji Ndoen saat ditanyakan tentang manfaat yang dirasakan dari ternak babi.
***
Hari masih pagi, saya perhatikan arloji menunjukkan hampir pukul 08.00 saat tiba di parkiran Hotel Swiss Belin Kupang. Saya coba melengak-melengok, berusaha menemukan orang telah berjanji datang ke tempat yang sama. Belum terlihat. Saya coba menghubunginya via sms. 
"Lagi OTW", balasnya singkat.
Ternyata benar, tidak berselang lama dia muncul di lobby hotel. Sebelumnya telah datang juga teman yang lain. Kami bertiga sepakat masuk ke ruangan acara, meski satu anggota belum juga nongol. Menurut informasi, dia terlambat karena terjebak hujan dalam perjalanan ke hotel.
Kami disambut 3 orang panitia di depan pintu tempat acara berlangsung. Mereka menggunakan kaos hitam yang seragam, dan bertuliskan "care" pada salah satu sisinya.
"Silakan mengi…

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN KARDIOMIOPATI

Tulisan berikut ini merupakan makalah asuhan keperawatan yang disusun oleh saya bersama teman-teman kelompok saat kuliah di AKPER Maranatha Kupang, tepatnya saat melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di RSUD Dr. Soetomo Surabaya tahun 2011 silam. Saat itu saya mengikuti praktik di ruang Camellia (ruang perawatan penyakit jantung) selama 2 minggu. Saat mengakhiri masa praktik, kami diwajibkan untuk membuat laporan asuhan keperawatan yang sudah dilakukan pada pasien, dan diseminarkan kepada teman-teman mahasiswa keperawatan dari berbagai institusi keperawatan baik jenjang D3 maupun S1, perawat senior dari ruangan, pembimbing, dan undangan lainnya.
Kebetulan saat itu saya sebagai leader dalam menyiapkan seluruh pembuatan makalah serta melakukan konsultasi kepada pembimbing, sehingga semua file tersimpan dengan baik. Tadi, saat saya membuka kembali file tersebut kenangan beberapa tahun lalu teringat kembali. Agar kenangan tersebut lebih bermakna, saya putuskan untuk membagi  kepada khal…